Inilah Alasan Arhawi Pindah dari PAN ke Golkar

WAKATOBI – Mantan Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) H Arhawi, SE yang sedang menjabat sebagai Bupati telah resmi dilantik sebagai Ketua DPD II Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Wakatobi oleh Ridwan Bae selaku Pimpinan Partai Golkar di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa, (19/6/2018).

Bukan tanpa alasan, Arhawi memilih pindah ke Partai Golkar. Menurutnya, dalam masa pemerintahan yang kini  dipimpinnya memasuki tahun kedua, telah banyak kontribusi ke Wakatobi yang justru diberikan oleh politisi dari partai dengan lambang beringin, Ridwan Bae.

“Satu tahun perjalanan pemerintahan saya di Kabupaten Wakatobi, pada saat itu saya masih berada di partai yang Biru (PAN, red), tetapi yang banyak memberikan kontribusi untuk mendorong semua kegiatan-kegiatan pembangunan di Kabupten Wakatobi bukanlah orang lain, melainkan Bapak Ridwan Bae,” ucap Arhawi, saat membawakan sambutanya.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Wakatobi yang baru saja dilantik itu, mengajak semua kader partai untuk bekerjasama dan saling berkoordinasi dengan baik, dari tingkat atas hingga ke tingkat paling bawah, untuk membesarkan partai berlambangkan Beringin itu.

Dengan dikukuhkanya sebagai Ketua DPD Golkar Kabupaten Wakatobi, Arhawi menargetkan sembilan hingga sepuluh kursi, pada pemilihan legislatif mendatang, yang sebelumnya hanya mendapatkan satu kursi pada perhelatan Pilcaleg yang lalu.

Ditempat yang sama, Ketua Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Ridwan Bae, menegaskan bahwa, Golkar tidak segampang itu menerima kader dari partai lain. Butuh waktu untuk meyakinkan Dewan Pimpinan Pusat Partai (DPP), dan melalui mekanisme dan standar keprtaian.

Pelantikan Arhawi sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Wakatobi, kata Ridwan Bae, adalah hadiah terbesar dari Partai karena aspek hubungan.

Kata Ridwan Bae, berkat dirinya yang mampu meyakinkan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Arhawi mendapatkan kebijakan khusus untuk dilantik sebagai Ketua DPD Wakatobi Partai Golkar.

“Parti Golkar tidak begitu saja menerima kader Partai lain, saya harus betul-betul meyakinkan Pimpinan Pusat Golkar, karena kita dipartai golkar itu harus berturut-turut lima tahun mengabdi baru bisa menjadi Ketua Partai. Saya harus menceritakan semua latar belakang dari Pak Arhawi, dan akhirnya ada kebijakan khusus dari pimpinan Pusat, sehingga arhawi dilantik sebagai DPD Wakatobi Partai Golkar, dan ini merupakan hadiah terbesar dari Partai,” papar Ridwan Bae.

Sebelum mengakhiri sambutanya, Ridwan Bae mengajak kepada semua kader partai dan simpatisan untuk bersama-sama membesarkan partai Golongan Karya (Golkar) dengan selalu memperjuangkan kader yang maju diperhelatan politik dimasa-masa yang akan datang.


Reporter: Syaiful
Iklan dalam Berita Ana Wonua Distributor Oli Total