oleh

Dispora Wakatobi Dinilai Lakukan Penghinaan Prestasi Anak Bangsa

WAKATOBI – Lomba Lari 10 Km yang diselenggarakan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Wakatobi dalam memperingati Hari Olah Raga Nasional (Haornas) pada 15 September lalu, dinilai sebagai sebuah penghinaan oleh sejumlah anggota dewan.

Penilaian dari para anggota dewan tersebut, disebabkan adanya aspirasi yang disampaikan para guru SMA Negeri 2 Wangi-Wangi bahwa, perolehan dari Juara I Lomba Lari 10 km hanya dinilai dengan uang sebesar Rp 400 Ribu.

Salah satu Guru SMA Negeri 2 Wangi-wangi, Mahadiah mengungkapkan, Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang disiapkan untuk Kegiatan lomba lari tersebut bernilai Rp 40 Juta.

“Setelah kami lakukan konfirmasi ke dinas terkait, kami melihat bahhwa untuk kegiatan lomba ini disiapkan 40 Juta di DIPA nya, lantas kenapa hadiah juara 1 hanya 400 Ribu,” ungkap Mahadiah dengan rasa heran.

Salah satu anggota dewan penerima aspirasi, Sutomo Hadi mengungkapkan, apa yang telah dilakukan oleh Dispora Wakatobi merupakan sebuah penghinaan kepada generasi bangsa.

“Kami menilai, dinas terkait tidak profesional dan hadiah yang diberikan merupakan sebuah penghinaan atas prestasi anak-anak kita. Bisa jadi mereka akan trauma dan akan mengurungkan bakat yang mereka miliki,” tutur Sutomo Hadi, Rabu, (19/9/2018).

Hal senada pun diungkapkan Sudirman dari Partai PDIP. Dirinya menambahkan, tak hanya menghina prestasi, namun Dispora juga dinilai merendahkan nama baik dan martabat Kabupaten Wakatobi.

Lainya halnya dengan tanggapan anggota DPRD lainya, Moane Sabara. Ia menialai lomba peringatan Haornas yang diselenggarakan Dispora dengan DIPA sebesar 40 juta itu, bukan untuk mencari bibit berprestasi. Namun katanya, kegiatan itu dilakukan untuk mencari keuntungan semata.

Dikonfirmasi mengenai persoalan tersebut, Kepal Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) La ode Adili, belum bisa memberikan tanggapan terkait persoalan tersebut, sebab sedang di luar daerah.(a)


Reporter : Syaiful

Terkini