oleh

Dinas Pariwisata Wakatobi Klaim Kunjungan Wisman 7020, ini Pernyataan Imigrasi

-FEATURED, WAKATOBI-152 dibaca

WAKATOBI – Data Kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) Tahun 2017, Dinas Pariwisata (Dispar) Wakatobi yang disajikan ke Publik melalui salah satu media di Sultra, rupanya berbeda jauh dengan  data kunjungan Wisman yang ada di Kantor Imigrasi Kabupaten Wakatobi yaitu hanya 2.904 jiwa.

Dari data Dispar yang disajikan itu tentu selisih hingga 4116 orang. Pasalnya Kadis Pariwisata menyebutkan, kunjungan Wisman tahun 2017 sebanyak 7020 orang.

Kadis Pariwisata Nadar mengungkapkan, pendataan tersebut bersumber dari data yang dikumpulkan dari hotel dan para operator.

“Sumber datanya yang kita kumpulkan dari hotel dan para operator. Pembandingnya dari yang kami himpun melalui data wisatawan di kedatangan di bandara dan transportasi laut,” ungkap Nadar saat dihubungi Mediakendari.com melalui Whats-App.

Kepala Kantor Imigrasi Kabupaten Wakatobi, Saroha Manulang mengatakan, data imigrasi berdasarkan data ril yang melakukan perpanjangan dan izin tinggal.

“Masih banyak wisatawan yang belum melaporkan kepada kantor kita maupun banyak operator hotel resort maupun masyarakat yang bersama-sama dengan orang asing, tidak melaporkanya kepada instansi terkait atau anggota Tim pengawasan orang asing yang terdiri dari Kades, Lurah, Camat,  Kapolsek TNI Polri dan lainya,” kata Saroha Manulang, saat dikonfirmasi melalui sambungan Telephonenya.

Tak hanya pendataan ditahun 2017 yang berbeda, sebanyak 4.116 orang kunjungan Wisman, data dari kedua instansi tersebut  juga sangat jauh berbeda di tahun 2016 dan 2015.

Tahun 2016, data kunjungan Wisman dari Dinas Pariwisata sebanyak 7.820 orang sementara kantor Imigrasi mengantongi data sebanyak 2.708 orang, sehingga selisih pendataan sebanyak 5.112 orang.

Kemudian pada tahun 2015, data kunjungan Wisman Dinas Pariwisata 6.626 orang, sementara dari Kantor Imigrasi hanya 1.383 orang, dan lagi-lagi selisih sebanyak 5.243 kunjungan, tentu  perbedaan data ini perlu disikapi oleh masing masing lembaga itu untuk dilakukan evlaluasi, agar masyarakat tidak dibingungkan dalam mengambil data untuk dijadikan referensi.

Reporter : Syaiful
Editor : Hendriansyah

Terkini